Rabu, 07 Desember 2022


Hai every one perkenalkan Nama saya Adelia Septiani, saya merupakan salah satu mahasiswi di salah satu Universitas di Kota  Tangerang Selatan. Disini saya akan membahas artikel mengenai PRODUKTIVITAS PETANI KOPI DAN KOPERASI KOPI BAGI PETANI KOPI, dalam membuat artikel ini saya juga mencari referensi lain dari berbagai sumber salah satunya yaitu internet. Yuk langsung saja kita simak Pembahasannya!!


Produktivitas Petani Kopi

 Kopi merupakan komoditas pertanian yang paling akrab dengan masyarakat, mulai dari kalangan ekonomi atas sampai bawah. Hingga saat ini, kopi masih menduduki komoditas andalan ekspor hasil pertanian Indonesia selain kelapa sawit, karet dan kakao. Daerah spesifik yang dikenal punya perkebunan kopi paling besar adalah Sumatra Selatan. Provinsi Sumatra Selatan punya luas lahan perkebunan kopi sebesar 249.963 hektare, di mana mayoritas produksinya berasal dari perkebunan rakyat.  Secangkir kopi nikmat yang kita minum setiap hari merupakan berkah alam dan kerja keras petani-petani kopi tanpa kenal lelah. maka dari itu MIRIS jika kita sebagai penikmat kopi masih menganggap bahwa harga kopi yang harus kamu bayar terlalu mahal untuk sajian di tiap teguknya. Walaupun banyak juga yang menganggap bahwa harga kopi yang harus kamu bayar terlalu mahal untuk sajian di tiap teguknya. Walaupun banyak juga yang menganggap apa yang mereka minum adalah kopi mahal, belum tentu. Namun tidak selamanya juga kopi luar Indonesia menjadi terlalu istimewa, banyak juga  para pemburu kopi internasional mencari kopi-kopi dari Indonesia. Memburu ke daerah-daerah di belahan nusantara, walaupun penikmat kopi lokal sendiri masih belum perhatian akan istimewanya kopi yang tumbuh dari Aceh sampai ujung Irian Jaya.



Peran Koperasi Kopi untuk Petani Kopi

Di beberapa  desa di tanah Indonesia, masih banyak petani kopi kita yang tanpa sadar mengalami kekurangan. Harga biji kopi mereka tidak sebanding dengan harga kopi di pasar kopi nasional. Bahkan ada petani kopi yang mengetahui harga jual dan tetap menjual biji kopinya kepada pengepul yang curang, karena menurut petani kopi jika bukan kepada mereka maka mereka akan menjual biji kopi yang dikelola oleh petani kopi tersebut. Beberapa manfaat koperasi kopi bagi petani kopi yang saya ambil dari beberapa artikel, antara lain:

  • Proses Legalitas

Ada beberapa syarat pastinya yang harus  disepakati oleh masing-masing koperasi kopi karena mengutip pernyataan para petani kopi, keberadaan koperasi kopi sangat menguntungkan dari segi pembiayaan, baik dalam skala kecil, seperti uang untuk perawatan pabrik kopi, maupun dalam skala besar, seperti membeli mesin atau kebutuhan lainnya untuk perkebunan kopi.

  • Terhindar Jeratan  
Saat ini kita prihatin minum kopi dengan bijak sementara petani kopi masih terjebak tengkulak curang. Beli biji kopi semurah mungkin dan jual mahal. Hal ini juga menghambat perkembangan bibit kopi Indonesia. Koperasi kopi meminimalisir kemungkinan petani kopi jatuh ke dalam perangkap harga grosir rendah yang ditawarkan oleh tengkulak. Hal ini tidak berarti koperasi kopi wajib menjual keuntungan kopi kepada koperasi, itu sepenuhnya menjadi hak petani kopi. Harga beli koperasi biasanya stabil dan lebih menghargai petani kopi daripada produsen.
  • Memfasilitasi Petani Kopi Edukasi Tentang Kopi 
Kebun dapat sedikit banyak membantu para petani kopi dalam hal pelatihan, penanaman yang baik, panen dan tanaman kopi lainnya. Tergantung pada kebijakan masing-masing koperasi, tidak semua koperasi kopi mendorong pendidikan. Hanya beberapa koperasi yang juga mengirimkan petani kopi untuk konsultasi di luar koperasi. Alangkah baiknya jika koperasi kopi menjadi wadah bagi para petani kopi untuk bertukar informasi.
  • Perantara subsidi negara 
Banyak kebijakan pemerintah yang terkait dengan pertanian, khususnya terkait dengan tanaman kopi, namun terdapat kendala dalam distribusinya karena tidak ada yang menjamin distribusinya. Karena itu, distribusi subsidi seperti bibit, pupuk, bahkan pemanen terbatas. Secara umum, koperasi memudahkan pemerintah menyalurkan subsidi untuk membantu petani kopi. 
 Sistem tumpang sari bahan baku kopi menawarkan banyak keuntungan bagi petani kopi untuk menumbuhkan ekonomi dan menerapkan pertanian yang lebih berkelanjutan. Model pertanian ini, ketika mempraktikkan diversifikasi tanaman di lahan yang sama, tidak hanya dapat memasukkan lebih banyak bahan organik ke dalam tanah dan menyerap lebih banyak karbon, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani. Karena metode tumpang sari menawarkan peluang bagi petani kopi untuk menghasilkan pendapatan tambahan di atas pendapatan utama mereka dari kopi. Hasil panen yang beragam memungkinkan petani bertahan setelah musim panen kopi atau saat gagal panen akibat fluktuasi cuaca atau kondisi cuaca ekstrim, dan dalam setahun dapat dilakukan pemanenan sebanyak 2 kali secara bertahap dengan istilah musim buah selang yaitu pada bulan februari hingga maret dan musim buah besar pada bulan april hingga september. Buah kopi yang dipanen yaitu buah yang sudah sudah masak berwarna merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari harga jual biji kopi saat penelitian Rp 22.000/kg, petani kopi memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp 7.144.233 per tahun dengan pendapatan perkapita Rp 1.966.303 per tahun.   Kesimpulan penting yang diperoleh dari hasil penelitian ini yakni walaupun kopi merupakan salah satu komoditi unggulan yang banyak diusahakan masyarakat sebagai sumber pendapatan, dalam kenyataannya belum dapat mengangkat kesejahteraan petani. 
Penulis:
Adelia Septiani (Mahasiswi Prodi Manajemen, Universitas Pamulang).

Hai every one perkenalkan Nama saya Adelia Septiani, saya merupakan salah satu mahasiswi di salah satu Universitas di Kota  Tangerang Selata...